Program pemberdayaan masyarakat melalui pola pemilahan sampah hasil limbah rumah tangga telah dilakukan di Kelurahan Jatirejo, Gunung Pati, Semarang pada 28 Agustus 2021 di aula pertemuan Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Tim Pelaksana Program terdiri dari Ketua Andhina Putri Heriyanti, dan anggota Miranita Khusniati, Stepahani Diah Pamelasari, Rifa’atunnisa dan Ni Luh Tirtasari yang merupakan tim dari FMIPA UNNES (Universitas Negeri Semarang). Tim ini terdiri dari para dosen dan teknisi laboratorium yang kompeten di bidangnya. Sesuai dengan protokol covid-19, maka peserta pelatihan dibatasi jumlahnya hanya 15 orang yang terdiri dari Perwakilan dari Kelurahan Jatirejo dan ibu-ibu perwakilan dari setiap RW yang ada di Kelurahan Jatirejo.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan cara pemilahan terutama yang berasal dari kegiatan domestic, selain itu meningkatkan kreativitas masyarakat untuk dapat mengolah limbah terutama limbah anorganik dengan jenis plastic kresek yang mereka hasilkan menjadi barang yang bernilai jual tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Kegiatan awal yang dilakukan yaitu memberikan pengetahuan dasar mengenai apa itu sampah, jenis-jenis sampah, serta bagaimana cara pengolahan dan pengelolaan sampah. Tim pelaksana juga menjelaskan mengenai bagaimana cara memilah sampah yang benar sesuai dengan jenisnya. Setelah itu, tim pelaksana menjelaskan jenis-jenis sampah apa saja yang bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan dengan nilai yang tinggi seperti membuat bunga maupun pot nya. Setelah dilakukan penjelasan mengenai materi pokok, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung dalam cara memilah sampah yang benar sesuai dengan jenisnya dan dilanjutkan dengan pembuatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah terutama plastik kresek yang ada di lingkungan sekitar.

Praktik cara pemilahan sampah dan pembuatan kerajinan tangan dari sampah plastik diikuti oleh peserta pelatihan yang terdiri dari ibu-ibu perwakilan setiap RW yang ada di Kelurahan Jatirejo. Sebelum dimulai praktik langsung tim pelaksana memberikan contoh berbagai kerajinan berupa bunga dan pot nya dengan bahan dasarnya yaitu sampah plastic kresek yang sebelumnya sudah kami buat. Setelah itu, para peserta pelatihan melakukan pembuatan kerajinan dengan berbagai variasi bentuk bunga dan kombinasi warna dengan Teknik tertentu sehingga menghasilkan kerajinan yang cantik dan menarik. Praktik pembuatan  Bunga dan potnya dengan sampah plastic kresek sudah kami persiapkan peralatan pendukungnya sehingga peserta pelatihan dapat berkreasi sesuai dengan konsep yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Pelatihan berlangsung dengan lancar dan para peserta juga terlihat sangat menikmati setiap proses yang mereka kerjakan dalam pembuatan kerajinan tangan. Tim pelaksana melakukan pemantauan setiap kegiatan yang dilakukan para peserta pelatihan. Setelah proses pembuatan selesai, para peserta pelatihan diwajibkan untuk mempresentasikan hasil kreasi kerajinan tangan yang telah mereka buat. Kerajinan tangan yang dihasilkan cukup menarik dan inovatif dengan berbagai jenis bunga.

Pelatihan ini dirasa penting untuk dilakukan sebagai bentuk kontribusi kami sebagai masyarakat dalam meminimalisasi jumlah limbah terutama limbah anorganik yang dihasilkan dari kegiatan domestik dengan pengelolaan hanya dibuang ke badan lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem yang berada ditempat tersebut. Pelatihan ini sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat khususnya dalam lingkup akademis untuk turut peduli terhadap perubahan lingkungan yang terjadi dilingkungan mereka. Dengan pembuatan kerajinan tangan ini tim pelaksana berharap bahwa ibu-ibu kelurahan Jatirejo dapat mengelola sampah yang mereka hasilkan dengan cara pemilahan dan juga dapat memanfaatkan sampah anorganik terutama berbahan plastic menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pemilahan limbah domestic dan pemanfaatannya menjadi barang yang bernilai ekonomis secara tidak langsung membantu dalam pelestarian lingkungan yang saat ini sedang genting karena tumpukan sampah yang menggunung dan belum ada solusi yang signifikan untuk penangannya, sekaligus menanamkan cinta lingkungan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.