Visitasi Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2022 program studi Pendidikan IPA

Prodi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang menerima visitasi tim Audit Mutu Internal (AMI) 2022 pada hari Jumat, 11 November 2022. Kegiatan visitasi untuk prodi Pendidikan IPA dilaksanakan secara hybrid dengan Pengelola Jurusan dari ruang dosen Gedung D5 lantai 1 dan tim taskforce dari ruang lain menggunakan Zoom Meeting. Adapun auditor dari Badan Penjaminan Mutu (BPM) untuk prodi Pendidikan IPA adalah Dr. Prima Astuti Handayani, S. T., M. T. dan Dr. Zukhaira, S. S., M. Pd.

Pelaksanaan audit berjalan lancar dan efektif. Koordinator prodi Pendidikan IPA, Novi Ratna Dewi, S.Si., MPd. menjawab berbagai pertanyaan dari auditor dengan data dan bukti-bukti yang sudah dibuat tim taskforce dalam media penyimpanan GDrive. Meskipun cukup banyak aspek penilaian yang berubah pada tahun, namun prodi Pendidikan IPA selalu dapat mencapai target sesuai dengan apa yang direncanakan. Pada tahun ini pun, hasil AMI untuk prodi Pendidikan IPA setelah visitasi berlangsung mendapatkan nilai bintang lima. Nilai yang baik tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri untuk pengelola dan tim, namun tetap ada hal-hal yang menjadi perhatian dan masukan-masukan dari auditor agar mendapatkan nilai yang lebih maksimal di tahun yang akan datang.

Program studi Ilmu Lingkungan telah melakukan Audit Mutu Internal tahun 2022

AMI (Audit Mutu Internal) sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan secara berkala oleh Program Studi Ilmu Lingkungan Jurusan IPA Terpadu UNNES. AMI tahun 2022 ini diadakan secara luring yang berlokasi di ruang dosen Jurusan IPA Terpadu, Gedung D5 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES pada hari Kamis, 10 November 2022.

Pelaksanaan audit untuk prodi Ilmu Lingkungan dilaksanakan setelah kegiatan Pembukaan AMI di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Kegiatan AMI tahun ini dimulai pukul 10.00 tepat dan berjalan lancar dengan didampingi auditor yaitu Sofwan Indarjo, S. KM., M. Kes. dan Dr. Rina Rachmawati, S.E., M.M. Pada kesempatan ini juga menjadi masukan untuk prodi Ilmu Lingkungan dalam melaksanakan program kerja tahunan yang juga menjadi tolak ukur penilaian kinerja program studi se-UNNES. Banyak poin-poin penting yang sudah berhasil dicapai sesuai target dan sebagian masih perlu dikembangkan lagi. Tim Taskforce prodi Ilmu Lingkungan juga berharap agar mendapatkan nilai yang maksimal.

Adapun Tim AMI Program Studi Ilmu Lingkungan UNNES yang hadir yaitu Andin Vita Amalia, S. Si., M. Sc., Andhina Putri Heriyanti, S.T., M.Si., Trida Ridho Fariz, S.Si., M.Sc. dan Amnan Haris, S.Si., M.Ling.

Selain itu, AMI juga telah dihadiri oleh Novi Ratna Dewi, S. Si., M. Pd. selaku Ketua Jurusan IPA Terpadu UNNES dan Erna Noor Savitri, S. Si., M. Pd. selaku Sekretaris Jurusan IPA Terpadu UNNES.

Mahasiswa Jurusan IPA Terpadu selenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2022 ke Bandung, Jawa Barat

Dalam rangka menambah pengetahuan dan keterampilan, Jurusan IPA Terpadu, FMIPA UNNES mengadakan KKL (Kuliah Kerja Lapangan). Kegiatan berlangsung selama 3 hari, yaitu Selasa-Kamis, 8-10 November 2022 di Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurusan IPA Terpadu angkatan 2019 dan 2020. Acara ini merupakan  kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan konsentrasi yang ada di Jurusan IPA Terpadu. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKL saat ini sedang menempuh perkuliahan semester lima dan tujuh dikarenakan 2 tahun yang lalu, kegiatan KKL belum dapat terlaksana akibat pandemi covid19.

Peserta sejumlah 218 orang mahasiswa yang berasal dari 2 program studi yang ada di jurusan IPA Terpadu, yakni Program Studi  Pendidikan IPA dan Program Studi Ilmu Lingkungan. Mereka didampingi oleh 7 orang dosen yaitu Pak Arif Widiatmoko, Bu Erna Noor Savitri, Bu Andin Vita Amalia, Pak Prasetyo Listiyaji, Bu Andhina Putri Heriyanti, Pak Amnan Haris dan Bu Luthfi Hanum Saputri.

Peserta kegiatan berangkat pada hari Selasa pagi dengan perjalanan darat menggunakan 5 armada bus. Siang harinya, peserta kegiatan terlebih dahulu mengunjungi objek wisata Trans Studio Bandung sebelum sore harinya menuju penginapan untuk beristirahat. Esok harinya, kegiatan inti dari KKL dilaksanakan dengan kunjungan pertama ke sebuah perusahaan yaitu di Pudak Scientific Bandung. Pudak Scientific Bandung merupakan perusahaan yang memproduksi alat peraga Pendidikan terbesar di Indonesia dan hasilnya sudah diekspor ke berbagai negara lain diantaranya Rusia. Mahasiswa khususnya dari prodi Pendidikan IPA sangat antusias melihat proses pembuatan alat-alat peraga dan kit praktikum IPA yang ada di gudang perusahaan.

Kunjungan berikutnya adalah PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk yang merupakan perusahaan sepatu ternama dengan Indonesia yang sudah berjalan puluhan tahun. Disini mereka diperlihatkan bagaimana proses sebuah perusahaan produksi menciptakan sebuah sepatu dari nol hingga pengemasan. Mahasiswa yang sebelumnya belum terbayang bagaimana pembuatan sebuah sepatu menjadi tahu tentang detail-detail mulai dari bahan, proses, hingga ke limbah pabriknya.

Kegiatan KKL yang diselenggarakan ini memiliki tujuan utama yaitu memberikan bekal wawasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIS), khususnya penerapan IPTEK di industri bagi mahasiswa Jurusan IPA Terpadu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

Kegiatan ini diharapkan akan menjadi salah satu alternatif hubungan perguruan tinggi-industri dengan pengembangan sumber daya manusia. Hubungan yang mungkin dapat menguraikan kesulitan-kesulitan yang sering dikeluhkan dunia industri dan perguruan tinggi sehingga kegiatan ini akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi mahasiswa saja, tetapi juga bagi perguruan tinggi dan industri.

TIM PENGABDI JURUSAN IPA TERPADU FMIPA UNNES SUKSES GELAR PELATIHAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM PADA GURU IPA KOTA SEMARANG

Tim Pengabdi Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES menggelar pelatihan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM Pada Guru IPA Kota Semarang. Kegiatan yang dilakukan secara luring di SMP Negeri 12 Semarang tersebut diikuti oleh 40 guru dari berbagai SMP Kota Semarang, Jumat (8/7).

            Kegiatan yang dibuka oleh Kepala SMP Negeri 12 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, M.Pd. Kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua MGMP IPA Kota Semarang, Sukimin, S.Pd., M.Pd. juga turut memberi sambutan pada saat pembukaan acara.           “Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat kepada peserta khususnya dalam topik digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM, kami para guru sangat antusias dengan adanya materi disertai praktik langsung sehingga akan lebih memahami implementasi STEM dalam pembelajaran IPA.,” ujar Sukimin, S.Pd., M.Pd.

Pembukaan oleh Kepala Sekolah SMPN 12 Semarang

Tim pengabdi dari Jurusan IPA Terpadu Universitas Negeri Semarang yaitu Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Muhamad Taufiq, S.Pd., M.Pd., Novi Ratna Dewi, S.Si., M.Pd, Melissa Salma Darmawan, Luthfiyatul Lissaadah, dan Aji Saputra. Dalam pelatihan tersebut, guru IPA memperoleh materi tentang TPACK guru untuk pembelajaran IPA berbasis STEM, Media pembelajaran digital untuk pembelajaran IPA berbasis STEM, Digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM pada guru IPA, serta terdapat praktik digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM.

Keresahan Guru

            Sebagai mitra dari FMIPA UNNES, Guru IPA SMP Kota Semarang belum familiar bagaimana untuk mengimplementasikan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM. Ketua MGMP IPA SMP Kota Semarang menyampaikan bahwa para guru saat ini masih memiliki keterbatasan dalam membuat perangkat pembelajaran berbasis STEM serta penerapannya kepada siswa saat pembelajaran di dalam kelas. Alhamdulillah, Jumat (8/7/2022) telah terlaksana pelatihan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM pada MGMP Guru IPA Kota Semarang telah dibuka oleh Kepala SMP Negeri 12 Semarang. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Tepat pukul 08.00 WIB pelatihan dimulai.

            Narasumber berusaha memberikan penjelasan dengan baik dan memberikan contoh-contoh konkrit permasalahan di kelas berkaitan TPACK, media pembelajaran digital, dan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM. Sebagai penguatan, tim pengabdi melakukan praktik digitalisasi STEM dengan membagi guru IPA ke dalam 8 kelompok kecil. Praktik berupa perancangan proyek 2 produk yang sudah disiapkan oleh tim pengabdi, yakni enviro battery dan dynamo torch. Kedua produk tersebut berhubungan erat dengan materi kelistrikan pada mata pelajaran IPA di SMP. Kelompok Guru merancang proyek dengan model pembelajaran Engineering Design Process (EDP), yang kemudian dilanjutkan mengisi lembar kerja dan mengaitkannya dengan konsep STEM.

Praktik enviro battery dan dynamo torch

            Menurut Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D., pelatihan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM dirancang dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi secara daring dan luring dengan beberapa pihak terkait.           “Kegiatan ini sudah dirancang jauh hari. Dua bulan sebelum pembukaan pelatihan, Tim Pengabdi sudah melakukan koordinasi awal dengan Ketua MGMP IPA Kota Semarang, narasumber, mahasiswa, dan beberapa guru lainnya. Selain dosen, ada tiga mahasiswa yang turut berkoordinasi. Alhamdulillah, ternyata tiga mahasiswa yang ikut terlibat dalam kegiatan pengabdian ini luar biasa kinerjanya. Banyak membantu Ibu/Bapak Guru, terutama berkaitan dengan kendala berkaitan dengan bagaimana cara merancang proyek digitalisasi STEM dan ikut memandu acara pelatihan,” Ujar Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D. sebagai ketua Pengabdian FMIPA Unnes. Kegiatan pengabdian ditutup dengan foto bersama. Semoga kegiatan pengabdian ini bermanfaat bagi Guru IPA SMP di Kota Semarang dalam mengimplementasikan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM.

Antusiasme peserta pelatihan digitalisasi pembelajaran IPA berbasis STEM

SEMNAS IPA XII: SAINS MASA DEPAN UNTUK GENERASI BERWAWASAN LINGKUNGAN

Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan di masa depan. Berbagai tantangan yang muncul antara lain berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan, dan kemampuan untuk mengembangkan sumber daya manusia. Tolok ukur tinggi-rendahnya kualitas pendidikan secara internasional dapat dilihat dari The Program for International Student Assessment (PISA).

Sabtu, 25 Juni 2022, Jurusan IPA Universitas Negeri Semarang melaksanakan Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan Alam Ke-12 (Semnas IPA XII) dengan tema “PISA melalui Sains Masa Depan untuk Generasi Berwawasan Lingkungan”. Semnas IPA XII menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Prof. Tri Retnaningsih Soeprobowati (UNDIP), Enang Ahmadi, S.Pd., M.Pd. (LP4TK), serta Dr. Parmin, M.Pd (UNNES). Semnas IPA XII dilakukan secara daring, namun tidak mengurangi semangat para akademisi untuk saling bertukar ide dan pendapat di bidang sains dan lingkungan.  Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa di bidang IPA dan lingkungan, dengan 73 peserta pemakalah pada sesi pararel dan 400 lebih peserta pendengar.

Kegiatan Seminar ini dirancang sebagai ajang pertemuan para pelaksana pendidikan IPA, pemerhati bidang IPA dan lingkungan melalui sharing dan diskusi topik atau gagasan konseptual dan hasil penelitian berkaitan inovasi dalam pembelajaran IPA, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bidang studi IPA, penelitian bidang IPA, penelitian bidang ilmu lingkungan dan pendidikan lingkungan.

Diskusi diawali oleh Bapak Enang Ahmadi, S.Pd., M.Pd terkait pentingnya perbaikan literasi sains untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Literasi sains bukan berarti harus menghasilkan ilmuwan namun dapat menumbuhkan kesadaran-kesadaran ilmiah di setiap peristiwa atau fenomena di sekitar tempat tinggal. Oleh karena itu, guru sebagai sebagai penggerak utama dalam menyiapkan generasi masa depan perlu terus meningkatkan strategi-strategi pembelajaran yang inovatif, salah satunya melalui pembelajaran berbasis proyek dan inkuiri. Inovasi-inovasi dalam pembelajaran sains diharapkan dapat menjadikan sains lebih menarik dan diminati para generasi penerus. Siswa harus dibiasakan mengeksplorasi lingkungan sekitar sehingga tidak terjebak dalam stigma “belajar harus di kelas”.

Menanggapi topik sebelumnya, Prof. Tri Retnaningsih Soeprobowati menyampaikan contoh pembelajaran praktikum biologi pada masa Pandemi Covid. Praktikum dari rumah tetap dapat meningkatkan literasi ilmiah dan minat para siswa/ mahasiswa di bidang sains. Materi yang dicontohkan beliau adalah pengamatan mikrooragnisme dalam perairan, disertai pemanfaatan data base di internet, baik melalui website maupun melalui aplikasi SimRiver yang beliau kembangkan sejak Tahun 2011. Pemanfaatan alat, bahan, dan fenomena alam sekitar disertai dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Isu lingkungan, ketahanan pangan, air, dan sumber daya alam lainnya menjadi topik yang saat ini sedang menjadi fokus kajian para peneliti dan pemerintah sehingga sangat tepat dimasukan dalam pembelajaran. Selain itu, melalui program-program beliau diharapkan dapat menyiapkan generasi berwawasan lingkungan, yaitu generasi yang peduli serta mampu mengoptimalkan sumber daya dan lingkungan sekitar dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Topik diskusi selanjutnya disambung oleh Dr. Parmin, M.Pd mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, khususnya di bidang sains. Beliau menyampaikan dalam kurun waktu 10-20 tahun mendatang, gambaran dalam film science fiction mungkin akan dapat diwujudkan. Sains dan isu ligkungan di masa depan akan sangat menantang. Agar Indonesia dapat mengikuti perkembangan tersebut, maka pembelajaran harus dilaksanakan seoptimal mungkin dengan berbagai inovasi. Namun, selain itu, para generasi Indonesia harus tetap mempertahankan karakteristiknya. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman sumber daya alam dan kebudayaan. Oleh karena itu, di era perubahan yang sangat massif ini, pengenalan budaya-budaya Indonesia tetap harus diberikan berdampingan dengan pemberian topik-topik sains. Hal tersebut guna mendukung terwujudnya pendidikan di Indonesia yang bermutu, berkualitas, serta berkarakteristik.

Semnas IPA XII telah berjalan dengan lancar dan sukses, terlihat dari semua peserta pemakalah dapat menghadiri dan mempresentasikan hasil-hasil pemikiran dan penelitian mereka. Kegiatan ini setidaknya memberikan ruang dan waktu dari berbagai bidang kajian sebagimana pernyataan para narasumber bahwa sains adalah bidang multidisplin dan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri. Sampai jumpa di Semnas IPA selanjutnya, salam cerdas untuk Indonesia Emas.

Seminar Nasional IPA XII tahun 2022 dibuka, pelaksanaan bulan Juni

Hasil PISA Indonesia pada 2 tahun terakhir pelaksanaan PISA pada tahub 2015 dan 2018 menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di peringkat bawah dari 79 negara peserta.

Pelestarian lingkungan merupakan proses atau cara perlindungan yang dapat dilakukan untuk mencegah kemusnahan atau kerusakan lingkungan sekitar kita. Namun, berdasarkan hasil riset peran generasi Z dalam mencegah terjadinya kerusakan lingkungan belum signifikan. Hal ini terlihat dari berbagai fenomena lingkungan yang masih terjadi seperti penumpukan sampah plastik baik didaratan maupun perairan, terjadinya banjir diberbagai wilayah dan berbagai spesies telah punah.

Hal ini mengindikasikan perlunya perubahan revolusioner pada strategi pembelajaran IPA agar mampu menciptakan generasi yg memiliki literasi sains, literasi numerasi, literasi digital, dan kepedulian yg tinggi terhadap lingkungan. Dengan demikian perlu forum ilmiah dalam bentuk seminar nasional IPA XII dengan tema “PISA melalui Sains Masa Depan untuk Generasi Berwawasan Lingkungan” yang akan diselenggarakan pada hari sabtu tanggal 25 Juni 2022 oleh Jurusan IPA Terpadu Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan PPII.